Cara merekam TikTok di malam hari dan cahaya redup
HP membuat sensor kecil terlihat mengesankan di siang hari, tapi di cahaya redup sinyalnya harus diperkuat, sehingga muncul bintik, detail yang luntur, dan kedipan. Solusinya biasanya menambah cahaya, bukan menambah pengaturan.
Tambah cahaya di tempat yang penting
Terangi wajahmu, bukan seluruh ruangan. Panel LED kecil, lampu meja yang dipantulkan ke dinding, atau bahkan layar laptop yang dibuat putih bisa cukup untuk video bicara.
Di luar ruangan saat malam, berdirilah di bawah lampu jalan atau dekat etalase toko yang terang dan hadap ke sumber cahaya.
Pakai lensa dan pengaturan terbaik
Tetap di kamera utama (1x); lensa ini menangkap cahaya paling banyak. Turunkan ke 30 fps atau 24 fps kalau HP-mu bisa, karena frame rate yang lebih rendah memberi setiap frame lebih banyak cahaya.
Matikan 60 fps atau mode Action untuk shot malam. Keduanya mengurangi cahaya yang diterima setiap frame.
Jangan banyak bergerak
Video cahaya redup lebih mudah buram dan luntur karena gerakan. Sandarkan HP atau pakai tripod, dan bergerak pelan.
Kunci eksposur di wajahmu supaya HP tidak terus menerangkan dan menggelapkan saat ada lampu lewat.
Waspadai kedipan
Sebagian lampu LED dan neon berkedip pada frekuensi yang tertangkap kamera sebagai garis bergerak. Kalau melihatnya, coba lampu lain, atau di mode Pro atur shutter speed ke 1/50 di wilayah dengan listrik 50 Hz (seperti Indonesia) atau 1/60 di wilayah 60 Hz.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Kenapa video malam di ponsel kelihatan berbintik?
Saat gelap, ponsel harus memperkuat sinyal, sehingga muncul noise, detail luntur, dan kedipan. Menambah cahaya ke wajah biasanya lebih ampuh daripada mengutak-atik pengaturan.
Lensa dan frame rate apa yang paling bagus saat minim cahaya?
Pakai kamera utama 1x karena paling banyak menangkap cahaya, dan turunkan ke 30 atau 24 fps kalau bisa. Matikan 60 fps dan mode Action untuk syuting malam.
Bagaimana menghilangkan garis bergulir dari lampu ruangan?
Coba ganti lampu, atau di mode Pro atur shutter ke 1/50 untuk listrik 50 Hz seperti di Indonesia, atau 1/60 untuk listrik 60 Hz.